Kamis, 06 September 2012

Kenangan! #End


            Kami berjalan menuju basement. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 21 lewat 30 malam. Padahal besok aku masih ujian semesteran tertulis. Tapi tak ku pikirkan hari esok. Kami masuk mobil, dia menyalakan mesinnya. “Kak, gue hari ini seneng banget loh!” kataku sok manja dan ku letakkan kembali kepalaku dipundaknya, “Iya dew, gue juga seneng banget hari ini”. Dia mengelus pipiku lembut. Rasanya aku tidak mau melewatkan tiap detik aku bersamanya. Hanya perlu berada didekatnya saja aku sudah sangat bahagia. Aku bangun. Kepalaku menghampiri pipinya. Ku kecup pipinya. “Tuhan, aku sayang dia. Aku cinta dia. Jika memang ini yg terbaik maka permudahlah. Namun, jika bukan. Persulitlah. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” selalu itu yg aku ucapkan setiap aku berdoa.
            Dia kaget, aku hanya tersenyum manja, “Yuk pulang, besok kan gue masih Ujian, hahaha” kataku sambil memasang Safety Belt. “Okeee! Tancapp!” katanya. Dia mengemudikan kearah rumahku. “Oiya, nanti gue mau ketemu nyokap lo dulu ya. Gaenak gue ngajak lo jalan pulang malem terus tapi gapernah ketemu nyokap lo”. Aku menoleh, “Oke siap bos hehehe”. Dia mencubit pipiku. “Awww sakit tauu!” aku membalas mencubit tangannya. Tak lama kemudian kami sampai dijalanan rumahku. Dia memarkirkan mobilku diluar gang.
            Kami sama-sama turun, lalu aku mengambil tas dan keluar. Sambil menggandeng tangannya kami berjalan menuju rumahku. “Assalamu’alaikum…” aku membuka pagar dan ku ketuk pintu rumah. Mama membukanya, “Mah, ada Kak Roni mau ketemu dulu katanya”. Mama keluar, “Yuk masuk dulu” kata mama, “Duh tante, gausah. Saya cuma mau bilang aja maaf ngajak Dewi keluar malem terus nih. Dan maaf juga baru bisa ketemu tante sekarang” ucapnya penuh kesopanan. Aku hanya tersenyum-senyum sendiri melihat pacarku begitu gentle menghadapi mama.
            “Iya gapapa kok. Asal si Dewi ijin sama tante mah pasti tante bolehin. Apalagi jalannya sama kamu. Tante gapapa”. Kulihat senyum tersimpul dr wajah Roni. “yaudah tante saya pamit dulu ya. Udah malem juga”. Roni cium tangan mamaku. “aku mau anterin Roni dulu ya mah kedepan” mama hanya meng-iyakan. Mama menutup pintu, aku keluar dari pagar. “Hari ini full banget ya. Makasih udah nemenin gue ke Toko Buku. Udah beliin bukunya. Dan udah nganterin gue balik” ucapku padanya. Roni tersenyum. Aku mengantarnya sampai ujung gang. Kami berhenti. Aku memandangnya, dia memandangku. Lalu, dia mencium keningku. Aku tersipu. “Makasih banget ya dew buat malam yg indah ini. Walaupun cuma jemput lo pulang sekolah, gue ga nyangka bakal seindah ini”.  Aku tersenyum, lagi-lagi aku telah melewati beberapa waktu bersama dia.
            “udah sana pulang. Udah malem nih. Nanti lo dicariin nyokap lo kak”. Dia menurut, seperti biasa. Kalo dia berpamitan, aku selalu mencium tangannya. Entahlah. Tapi itu caraku menghormatinya. Dia masuk kedalam mobil, lalu membuka kaca, “gue pulang ya Dew, daaah” ucapnya sambil melambaikan tangan. Aku melambaikan tangan juga padanya. Dia berlalu dan aku masuk kerumah lagi.
            Tapi sayang, saat aku menulis cerpen ini, hubungan kami sudah tidak lagi terjalin. Kami sudah memutuskan untuk berpisah. Tapi kami masih menjaga agar hubungan kami tetap baik. Dan aku masih melewati waktu-waktu yang sangat sulit ku lalui tanpa dia. Sebuah keputusan yg cukup menyakitkan. Tapi yasudahlah, itu sudah menjadi keputusan kami. Terhitung dari saat kami putus, ini adalah bulan kedua yg ku lalui tanpa dia. Tapi, aku harus mampu melewatinya. Aku harus bisa tanpa dia . Sulit memang, tapi aku harus melakukannya. Karna cepat atau lambat kami pasti akan berpisah. Mamaku sangat menyayangkan hubungan kami yg sudah berakhir. Tapi ya sudahlah




With all this pain,
Intan♥

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar